Tzy-No Cottage
Group

Contoh Itinerary Gathering Kantor di Kaliurang 2 Hari 1 Malam

Anggit Restu Pinuntun
06 Agustus 2026
12 mnt baca
kopi rolas

Menyusun itinerary gathering kantor membantu panitia menentukan urutan perjalanan sebelum membuat jadwal operasional yang lebih rinci. Itinerary menjawab pertanyaan besar: kapan rombongan berangkat, agenda utama dilakukan pada hari pertama atau kedua, kapan peserta check-in, destinasi mana yang dikunjungi, serta kapan rombongan kembali.

🌿 Penat dengan hiruk-pikuk kota?

Nikmati staycation tenang di Tzy-No Cottage. Kamar wangi, asri, dan jauh dari kebisingan.

Tanya Ketersediaan

Untuk kegiatan dua hari satu malam, panitia tidak perlu memenuhi setiap jam dengan acara. Sebaliknya, susun alur yang seimbang antara perjalanan, meeting, team bonding, makan, istirahat, wisata, dan evaluasi. Di bagian akhir, Anda dapat mengunduh planner itinerary PDF untuk menyusun versi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sedang mencari lokasi meeting dan cottage dalam satu kawasan? Lihat meeting room privat Tzy-No Cottage serta pilihan cottage untuk rombongan kecil.

Apa yang dimaksud itinerary gathering kantor?

Itinerary gathering kantor adalah gambaran alur perjalanan dari titik keberangkatan sampai rombongan kembali. Dokumen ini membantu panitia memilih urutan lokasi dan membagi porsi kegiatan ke dalam beberapa blok waktu.

Itinerary berbeda dari rundown. Gunakan perbandingan berikut:

DokumenFokus utamaContoh isiPengguna utama
ItineraryAlur perjalanan dan pembagian agendaBerangkat, meeting, check-in, team bonding, wisata, pulangPanitia dan peserta
RundownDetail waktu pelaksanaanMulai 09.30, PIC HR, lokasi meeting room, kebutuhan proyektorPanitia, venue, MC, dan vendor
RABBiaya kegiatanVenue, penginapan, konsumsi, transportasi, dan dana cadanganPanitia, keuangan, dan manajemen
ChecklistKesiapan orang dan barangDaftar peserta, P3K, rooming list, pakaian, serta kontak pengemudiSeluruh PIC

Setelah itinerary disetujui, ubah setiap blok kegiatan menjadi jadwal rinci melalui contoh rundown gathering kantor 2 hari 1 malam.

Keputusan yang perlu dibuat sebelum menyusun itinerary

Jangan langsung menulis jam keberangkatan. Pertama, kunci beberapa keputusan berikut agar itinerary tidak berubah terus-menerus.

KeputusanPertanyaan yang perlu dijawabDampak terhadap itinerary
Tujuan gatheringApakah fokusnya evaluasi, penyusunan target, apresiasi, bonding, atau istirahat?Menentukan porsi meeting dan aktivitas santai.
Jumlah pesertaBerapa peserta tetap, panitia, fasilitator, sopir, dan vendor?Menentukan kendaraan, kamar, konsumsi, dan waktu koordinasi.
Profil pesertaApakah terdapat lansia, peserta dengan keterbatasan mobilitas, atau peserta dari luar kota?Menentukan ritme, akses tangga, dan jumlah perpindahan.
Titik keberangkatanBerangkat dari kantor, stasiun, bandara, atau beberapa titik?Menentukan waktu kumpul dan durasi perjalanan.
Agenda utamaMeeting, outbound, wisata, atau gabungan?Menentukan kegiatan yang harus mendapat waktu terbaik.
Venue dan akomodasiApakah meeting dan menginap berada dalam satu kawasan?Mengurangi perpindahan dan waktu bongkar barang.
Destinasi tambahanApakah rombongan benar-benar membutuhkan wisata di luar venue?Menentukan kebutuhan kendaraan dan buffer.
Rencana cuacaApa agenda pengganti ketika kegiatan luar ruang tidak memungkinkan?Menjaga itinerary tetap berjalan.

Kemudian, tentukan siapa yang berhak mengubah itinerary. Idealnya, ketua panitia menunjuk satu pengelola dokumen agar seluruh PIC menggunakan versi terbaru yang sama.

Prinsip itinerary gathering 2 hari 1 malam yang realistis

1. Berikan satu fokus utama pada setiap hari

Hari pertama biasanya cocok untuk perjalanan, meeting, team bonding, check-in, dan malam refleksi. Sementara itu, hari kedua dapat digunakan untuk evaluasi singkat, satu aktivitas wisata, check-out, lalu perjalanan pulang.

Namun, susunan tersebut tidak bersifat wajib. Perusahaan dapat menempatkan aktivitas luar ruang pada pagi hari pertama jika cuaca, waktu kedatangan, dan kesiapan peserta lebih mendukung.

2. Batasi perpindahan lokasi

Setiap perpindahan membutuhkan waktu untuk naik kendaraan, headcount, parkir, toilet, dan pembagian kelompok. Karena itu, itinerary dua hari satu malam sebaiknya tidak menggabungkan terlalu banyak destinasi.

Gunakan peta wisata Kaliurang untuk memilih satu destinasi utama dan satu aktivitas pendukung yang searah. Setelah itu, cek waktu aktual melalui Google Maps pada hari keberangkatan.

3. Sesuaikan agenda dengan check-in dan check-out

Tzy-No Cottage mencantumkan waktu check-in mulai pukul 14.00 WIB dan check-out maksimal pukul 12.00 WIB. Oleh sebab itu, rombongan yang tiba pada pagi hari dapat memulai meeting atau makan siang lebih dahulu, lalu masuk cottage setelah unit siap.

Jangan mengandalkan early check-in atau late check-out sebelum venue memberikan konfirmasi. Sebagai gantinya, siapkan tempat penyimpanan barang dan agenda transisi yang tidak membutuhkan akses kamar.

4. Sisakan waktu makan, ibadah, dan istirahat

Panitia sering menulis kegiatan utama dengan rinci, tetapi hanya memberi waktu singkat untuk makan dan perpindahan. Untuk rombongan, waktu makan dapat memerlukan 60 menit atau lebih. Selain itu, peserta membutuhkan kesempatan untuk menggunakan toilet, beribadah, mengganti pakaian, dan beristirahat.

5. Siapkan satu agenda indoor

Cuaca kawasan lereng Merapi dapat berubah. Karena itu, siapkan agenda dalam ruangan yang benar-benar dapat dijalankan, misalnya workshop kelompok, diskusi lintas divisi, kuis perusahaan, presentasi proyek, atau penyusunan action plan.

Gunakan kalender dan panduan waktu terbaik ke Kaliurang untuk memilih periode. Namun, keputusan operasional tetap perlu mengikuti prakiraan terbaru dan informasi pengelola destinasi.

Contoh itinerary gathering kantor 2 hari 1 malam: versi seimbang

Contoh berikut menyeimbangkan meeting, team bonding, istirahat, serta satu kunjungan wisata. Jam dapat digeser berdasarkan titik keberangkatan, waktu tempuh, dan kebijakan venue.

Hari pertama: perjalanan, meeting, dan kebersamaan tim

WaktuBlok itineraryTujuanCatatan panitia
06.30-07.00Registrasi dan pembagian kendaraanMengumpulkan peserta sebelum berangkatCantumkan jam wajib hadir dan lakukan headcount.
07.00-09.00Perjalanan menuju Pakem/KaliurangMemindahkan seluruh rombongan ke kawasan kegiatanSesuaikan durasi dengan titik keberangkatan aktual.
09.00-09.30Kedatangan, welcome drink, dan penyimpanan barangMemberi waktu transisi sebelum sesi utamaJangan menjanjikan akses kamar sebelum waktu check-in.
09.30-11.30Meeting perusahaanEvaluasi, pengarahan, atau penyusunan targetGunakan layout yang sesuai dengan jenis sesi.
11.30-12.30Makan siang, ibadah, dan istirahatMengembalikan fokus pesertaPastikan konsumsi mencakup panitia dan vendor terkait.
12.30-14.00Workshop kelompok atau team challenge ringanMeningkatkan interaksi antarpesertaSiapkan versi indoor dan outdoor.
14.00-15.00Check-in dan pembagian cottageMemberi waktu peserta menyimpan barangGunakan rooming list yang sudah final.
15.00-16.30Team bonding sesi keduaMemperkuat komunikasi dan kerja samaBatasi aktivitas agar peserta tidak terlalu lelah.
16.30-18.30Coffee break, waktu bebas, mandi, dan ibadahMemberi ruang istirahatInformasikan jam berkumpul berikutnya.
18.30-20.00Makan malamMembangun interaksi informalAtur musik dan kegiatan sesuai kebijakan ketenangan venue.
20.00-21.30Apresiasi, refleksi, dan briefing hari keduaMenutup hari dengan tujuan yang jelasHindari konsep party atau kegiatan yang mengganggu tamu lain.
21.30IstirahatMenjaga kesiapan hari keduaBagikan kontak darurat kepada peserta.

Itinerary ini menempatkan meeting sebelum check-in. Dengan cara tersebut, panitia dapat menggunakan pagi hari secara produktif tanpa bergantung pada kesiapan cottage.

Hari kedua: evaluasi, wisata ringan, dan perjalanan pulang

WaktuBlok itineraryTujuanCatatan panitia
06.00-07.00Aktivitas pagi opsionalJalan santai, peregangan, atau waktu pribadiJangan mewajibkan aktivitas fisik untuk semua peserta.
07.00-08.00SarapanMenyiapkan energi hari keduaKonfirmasi jam penyajian dengan venue.
08.00-09.00Berkemas dan pengecekan barangMengurangi keterlambatan saat check-outMinta PIC kamar mengecek barang tertinggal.
09.00-10.30Refleksi tim dan action planMengubah hasil gathering menjadi langkah kerjaCatat pemilik tugas dan tenggat tindak lanjut.
10.30-11.30Penutupan, foto bersama, dan check-outMenyelesaikan agenda internalPastikan pembayaran dan pemeriksaan unit selesai.
11.30-12.30Makan siangMemberi jeda sebelum wisata atau perjalananSesuaikan dengan lokasi makan dan kapasitas parkir.
12.30-14.30Satu destinasi wisata atau aktivitas ringanMemberi pengalaman bersama sebelum pulangPilih tujuan yang searah dan cek jam operasional.
14.30-16.30Perjalanan kembaliMengantar peserta ke titik akhirLakukan headcount sebelum kendaraan bergerak.

Bila peserta harus kembali lebih awal, hapus agenda wisata hari kedua. Sebaliknya, jangan memadatkan perjalanan dengan dua atau tiga tujuan besar hanya karena rombongan sudah berada di Kaliurang.

Tiga pilihan itinerary berdasarkan tujuan perusahaan

Tidak semua gathering membutuhkan susunan yang sama. Pilih salah satu model berikut sebagai titik awal.

1. Itinerary fokus strategi dan penyusunan target

Model ini cocok untuk rapat kerja, evaluasi kuartal, atau penyusunan program tahunan.

HariAgenda dominanAktivitas pendukung
Hari pertamaMeeting 3-4 jam, diskusi kelompok, presentasi hasilCoffee break, check-in, dan makan malam apresiasi
Hari keduaAction plan, pembagian tanggung jawab, dan penutupanSatu kunjungan budaya atau kuliner ringan

Kurangi permainan yang panjang. Sebaliknya, berikan jeda yang cukup agar peserta tidak mengikuti rapat terus-menerus tanpa istirahat.

2. Itinerary fokus team bonding

Model ini cocok ketika perusahaan ingin memperkuat komunikasi lintas divisi atau menyambut anggota baru.

HariAgenda dominanAktivitas pendukung
Hari pertamaIce breaking, team challenge, dan kegiatan kolaboratifMeeting singkat untuk menjelaskan tujuan gathering
Hari keduaRefleksi, komitmen tim, dan satu aktivitas wisataPenutupan serta perjalanan pulang

Gunakan fasilitator jika aktivitas membutuhkan alat, instruksi keselamatan, atau penilaian kelompok. Selain itu, siapkan versi indoor ketika cuaca tidak mendukung.

3. Itinerary fokus retreat santai

Model ini cocok untuk apresiasi tim, pemulihan setelah periode kerja padat, atau kelompok eksekutif kecil.

Gathering & Company Retreat

Mulai dari paket menginap rombongan hingga aktivitas outdoor seru di area Pakem.

Konsultasi Paket
HariAgenda dominanAktivitas pendukung
Hari pertamaPerjalanan santai, makan siang, meeting singkat, dan waktu bebasDinner serta percakapan reflektif
Hari keduaSarapan, sesi ringan, check-out, dan wisata budaya/kulinerKembali tanpa agenda yang terlalu padat

Retreat santai tetap membutuhkan tujuan. Misalnya, perusahaan ingin memperbaiki relasi tim atau memberi ruang refleksi. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti sebagai perjalanan bersama tanpa hasil yang jelas.

Pilih aktivitas Kaliurang tanpa membuat itinerary terlalu padat

Panitia dapat memilih satu kategori aktivitas berikut. Jangan memasukkan semuanya ke dalam satu perjalanan.

KategoriContoh pilihanCocok untukHal yang perlu dicek
Budaya dan edukasiMuseum Ullen Sentalu atau Museum Gunungapi MerapiTim yang menginginkan aktivitas terstruktur dan tidak terlalu fisikSlot kunjungan, jam operasional, kapasitas rombongan, dan waktu parkir.
PetualanganJeep Lava Tour atau aktivitas luar ruang melalui operatorTim yang mengutamakan pengalaman bersamaCuaca, kondisi aktivitas, perlengkapan, pembagian kendaraan, dan standar operator.
Team buildingOutbound atau permainan berfasilitatorTim yang ingin melatih kolaborasiLokasi, keselamatan, fasilitator, alat, dan plan B indoor.
SantaiWisata kuliner, taman, atau titik foto yang mudah diaksesRombongan campuran dan peserta yang ingin ritme ringanAkses kendaraan, kapasitas tempat, antrean, dan waktu pemesanan.
InternalWorkshop, diskusi, kuis, atau presentasi proyekAgenda yang harus tetap berjalan saat hujanRuang, layout, alat presentasi, Wi-Fi, dan konsumsi.

Museum Gunungapi Merapi mencantumkan layanan pemesanan tiket rombongan pada jam kerja. Sementara itu, Museum Ullen Sentalu menggunakan kunjungan berbasis tur. Oleh karena itu, panitia perlu menghubungi pengelola sebelum memasukkan museum sebagai agenda tetap.

Sesuaikan itinerary dengan profil peserta

Jumlah peserta bukan satu-satunya pertimbangan. Gunakan tabel berikut untuk mengurangi risiko itinerary terlalu berat.

Profil pesertaPenyesuaian itinerary
Tim muda dan aktifAktivitas luar ruang dapat dibuat lebih panjang, tetapi tetap sediakan waktu mandi dan istirahat.
Peserta lintas usiaKurangi perpindahan, pilih akses yang mudah, dan sediakan kegiatan opsional.
Peserta dengan lansiaPrioritaskan kamar lantai dasar, waktu makan yang teratur, serta wisata dengan akses sederhana.
Tim eksekutif kecilPerbanyak ruang diskusi dan waktu informal; kurangi permainan yang tidak relevan.
Peserta dari luar kotaBerikan buffer kedatangan dan jangan menempatkan agenda penting segera setelah penerbangan atau perjalanan panjang.
Rombongan dengan banyak kendaraanTetapkan PIC per kendaraan dan gunakan satu titik kumpul yang jelas pada setiap perpindahan.

Rindang Family Cottage di Tzy-No memiliki kamar di lantai dasar dan dapat menjadi pertimbangan untuk peserta yang ingin mengurangi penggunaan tangga. Sementara itu, Laras menggunakan area tidur mezzanine. Karena itu, rooming list perlu disesuaikan dengan kondisi peserta, bukan hanya kapasitas maksimal unit.

Hubungkan itinerary dengan rundown, RAB, dan checklist

Itinerary belum cukup untuk pelaksanaan lapangan. Setelah alur disetujui, lakukan empat langkah berikut:

  1. Ubah setiap blok itinerary menjadi waktu mulai, waktu selesai, durasi, PIC, lokasi, dan kebutuhan melalui template rundown gathering kantor.
  2. Masukkan setiap kegiatan berbayar ke contoh RAB gathering kantor.
  3. Periksa kendaraan, peserta, obat, pakaian, dan barang kelompok melalui checklist perjalanan rombongan ke Kaliurang.
  4. Cocokkan kapasitas, kamar, konsumsi, akses, dan kebijakan melalui checklist survey venue gathering.

Selanjutnya, bagikan versi yang berbeda. Peserta cukup menerima itinerary ringkas. Sementara itu, panitia, venue, MC, fasilitator, dan vendor memerlukan rundown operasional.

Contoh plan B ketika cuaca berubah

Plan B tidak cukup ditulis sebagai “pindah ke indoor”. Panitia perlu menentukan agenda, tempat, durasi, PIC keputusan, dan perlengkapannya.

Agenda awalPlan BBatas keputusanKebutuhan tambahan
Team building luar ruangWorkshop komunikasi atau simulasi masalahDiputuskan sebelum peserta meninggalkan meeting roomKertas, spidol, timer, dan fasilitator
Wisata alamMuseum atau agenda internalDiputuskan sebelum kendaraan bergerakKonfirmasi slot dan kapasitas
Makan malam luar ruangMakan di area tertutupDiputuskan sebelum setup kateringLayout meja dan jalur pelayanan
Aktivitas pagiPeregangan indoor atau waktu bebasDiputuskan pada briefing malamInformasi kepada seluruh peserta

Cek prakiraan BMKG mendekati hari H. Bila kegiatan berada di kawasan Merapi, cek pula informasi aktivitas gunung api melalui MAGMA Indonesia dan ikuti arahan pengelola setempat.

Kesalahan yang sering terjadi saat menyusun itinerary gathering

Hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Menyalin itinerary perusahaan lain tanpa menyesuaikan tujuan kegiatan.
  • Memasukkan meeting panjang segera setelah perjalanan tanpa waktu transisi.
  • Menjanjikan check-in lebih awal sebelum venue mengonfirmasi.
  • Menetapkan terlalu banyak destinasi.
  • Tidak mencantumkan waktu makan, ibadah, dan toilet.
  • Menganggap seluruh peserta memiliki kondisi fisik yang sama.
  • Menaruh aktivitas terpenting setelah peserta terlalu lelah.
  • Tidak menyediakan waktu berkemas sebelum check-out.
  • Tidak menyiapkan plan B yang benar-benar dapat dijalankan.
  • Membagikan versi itinerary yang berbeda kepada setiap PIC.

Selain itu, jangan menilai itinerary hanya dari jumlah aktivitas. Itinerary yang baik membantu peserta menikmati perjalanan dan tetap mencapai tujuan perusahaan.

Download planner itinerary gathering kantor Kaliurang

Planner PDF ini berisi keputusan awal, contoh itinerary dua hari satu malam, pilihan fokus kegiatan, kolom plan B, serta checklist sebelum jadwal dikunci.

Tombol: Download Planner Itinerary Gathering

Download Planner Itinerary Gathering

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan itinerary dan rundown gathering kantor?

Itinerary menjelaskan alur perjalanan dan pembagian agenda per hari. Rundown menjelaskan waktu yang lebih rinci, durasi, PIC, lokasi, dan kebutuhan teknis untuk pelaksanaan.

Berapa banyak destinasi yang ideal untuk gathering 2 hari 1 malam?

Biasanya satu destinasi utama sudah cukup apabila gathering juga memuat meeting, team bonding, dan menginap. Tambahkan tujuan kedua hanya ketika lokasinya searah dan waktu perpindahannya realistis.

Apakah meeting lebih baik dilakukan pada hari pertama atau kedua?

Hari pertama cocok untuk pengarahan dan penyamaan tujuan. Hari kedua cocok untuk refleksi serta action plan. Perusahaan dapat membagi meeting menjadi dua sesi agar peserta tidak terlalu lama duduk dalam satu waktu.

Apakah itinerary harus mencantumkan jam secara rinci?

Itinerary peserta dapat menggunakan blok waktu sederhana. Namun, panitia tetap perlu membuat rundown terpisah dengan jam, durasi, PIC, lokasi, dan perlengkapan.

Bagaimana jika rombongan tiba sebelum waktu check-in?

Gunakan waktu tersebut untuk meeting, makan siang, atau aktivitas yang tidak membutuhkan akses kamar. Konfirmasikan penyimpanan barang kepada venue dan jangan menjanjikan early check-in sebelum mendapat persetujuan.

Rencanakan gathering yang terarah tanpa membuat peserta kelelahan

Itinerary gathering kantor yang baik menempatkan tujuan perusahaan sebagai dasar setiap kegiatan. Tentukan hasil yang ingin dicapai, pilih satu agenda utama, batasi perpindahan, sisakan waktu istirahat, lalu siapkan rencana cadangan.

Tzy-No Cottage berada di Pakem, Sleman, dengan meeting room dan cottage dalam satu kawasan. Hal ini dapat membantu kelompok kecil mengurangi perpindahan antara sesi kerja dan waktu menginap. Paket meeting menginap pada halaman resmi ditujukan untuk minimum 10 peserta dan maksimum 25 peserta, dengan fasilitas seperti ruang meeting, meja-kursi, Wi-Fi, proyektor, layar, serta pilihan konsumsi.

Sudah memiliki tanggal dan gambaran itinerary? Lihat meeting room Tzy-No Cottage dan hubungi WhatsApp resmi untuk mengecek ketersediaan serta kebutuhan gathering.

💼 Butuh Private Meeting Room?

Tzy-No Cottage menyediakan ruang meeting eksklusif dengan fasilitas lengkap. Privasi terjamin.

Cek Promo Meeting Room

Bagikan Cerita Ini